Sambutan Direktur Pascasarjana dalam TASMA Program Magister dan Doktoral

Pelaksanaan TASMA (Ta’aruf Studi Kampus & Almamater) Program Pascasarjana (S2 dan S3) saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya TASMA atau yang dikenal dengan Ospek (Orientasi Pengenalan Kampus) dilaksanakan secara tatap muka di dalam kampus, namun kali ini pelaksanaannya dilaksanakan secara virtual/daring/online.

Dalam sambutan pelaksanaan TASMA yang diadakan selama dua hari yaitu tanggal 09 dan 10 November 2020, Direktur Pascasarjana Dr. Zainal Abidin,M.Pd. mengatakan, “Kita saat ini berada pada masa-masa perubahan, kita hidup pada masa pandemi covid-19 yang berpengaruh terhadap kegiatan keagamaan dan akademik kita. Namun kita masih bersyukur pondok kita sekarang secara bertahap telah memulai aktivitas. Kita memegang teguh amanah pendidikan apapun yang terjadi, proses pendidikan merupakan amat berharga dan menentukan bagi kehidupan. Pendidikan adalah harga mati bagi kita, walaupun dalam situasi yang sulit, meskipun proses pendidikan akan dilakukan daring, kita menyadari media daring ini amat sangat terbatas. Tetapi kita tetap berjalan mengikuti proses pendidikan dan interaksi keagamaan dalam situasi apapun. Taaruf ini bagi mahasiswa akan mengajarkan bagaimana kita memasuki era baru. Tentu kita berharap ada perubahan perilaki, pembiasaan dan cara berpikir mahasiswa.

Kemudian beliau melanjutkan, “Kami semua menyadari kita amat terbatas dalam proses pendidikan. Kerja keras, kerja cerdas mutholaah, membaca dan menganalisa haruslah lebih gencar pada masa ini. Termasuk spiritualitas kita terasah tajam dalam hati. Mari kita tingkatkan kapasitas kita dengan cinta membaca. Pandangan mata dan hati kita mesti tertuju pada buku dan kitab-kitab. Pascasarjana kita memiliki spesifikasi. Kita berharap kuliah-kuliah berkualitas. Lulusannya akan dipertaruhkan. Maka sebelum melangkah kuatkanlah niat dan langkah memasuki era baru. Jamiah kita memiliki spesifikasi yang berbeda dengan universitas yang lain. Kita punya tariqah Ahlussunnah wal Jamaah, dan proses pendidikan berdasarkan pada akhlak adab”.

Alhamdulillah untuk saat ini mahasiswa baru Program Doktoral Prodi Pendidikan Agama Islam yang terdaftar sejumlah 19 Mahasiswa yang banyak di ikuti oleh Dosen Tetap IAI Dalwa. Semangat Dosen tetap IAI Dalwa dalam melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi tidak lepas dari mengaplikasikan pasal 31 ayat (1) Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menetapkan bahwa yang berhak mengajar pada program magister (S2) dan doktor (S3) adalah mereka yang memiliki gelar S3 serta berpijak dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 212/U/1999, tanggal 6 September 1999 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Doktor yang bertujuan menghasilkan lulusan yang mempunyai kualifikasi khusus dalam keilmuan.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *